DOA MEMOHON RAHMAT
Doa Memohon Rahmat, Petunjuk, dan Cahaya (78 Bagian)
I. Memohon Rahmat yang Menyeluruh
allāhumma innī as-aluka raḥmatan min ‘indika.
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon rahmat dari sisi-Mu.)
tahdī bihā qalbī.
(Yang dengan Rahmat itu Engkau bimbing kalbuku.)
wa tajma-‘u bihā amrī.
(Dan dengan rahmat itu Engkau kumpulkan urusanku yang tercerai berai.)
wa talummu bihā sya’-tsī.
(Dan dengan Rahmat itu Engkau hapuskan penderitaanku.)
wa tuṣliḥu bihā dīnī.
(Dan dengan Rahmat itu Engkau perbaiki agamaku.)
wa taqḍī bihā dainī.
(Dan dengan Rahmat itu Engkau hapuskan hutang-hutangku.)
wa taḥfaẓu bihā ghā-ibī.
(Dan dengan Rahmat itu Engkau lindungi kepentinganku (harta, keluarga) dalam ketidak-hadiran diriku.)
wa tar fa‘u bihā syāhidī.
(Dan dengan Rahmat itu Engkau angkat derajat kesaksianku.)
wa tubayyiḍu bihā wajhī.
(Dan dengan Rahmat itu Engkau jadikan wajahku bercahaya.)
wa tuzakkī bihā ‘amalī.
(Dan dengan Rahmat itu Engkau sucikan semua amalku.)
wa tul himunī bihā rusydī.
(Dan dengan Rahmat itu Engkau ilhamkan petunjuk kepadaku.)
wa taruddu bihā ulfatī.
(Dan dengan Rahmat itu Engkau kembalikan kesukaan ketaatan kepadaku.)
wa ta’-shimunī bihā min kulli sū’i.
(Dan dengan Rahmat itu Engkau melindungiku dari segala keburukan.)
II. Memohon Keimanan dan Keberuntungan
allāhumma a‘thinī īmānan wa yaqīnan laisa ba‘dahu kufrun.
(Ya Allah, berikan kepadaku keimanan dan keyakinan yang tidak ada kekafiran lagi setelahnya.)
wa raḥmatan anālu bihā syarafa karāmatika fid dunyā wal ākhirah.
(Dan rahmat yang dengannya aku mendapatkan ketinggian derajat kemulian-Mu di dunia dan akhirat.)
allāhumma innī as-alukal fauza fil qaḍā-i.
(Ya Allah, aku memohon kepadamu keberuntungan dalam takdir kehidupanku.)
wa nuzulasy syuhadā’i.
(Dan jamuan bersama para syuhada.)
wa ‘aisyas su‘adā-i.
(Dan kehidupan orang-orang yang berbahagia.)
wan naṣra ‘alal a‘dā-i.
(Dan pertolongan melawan para pemusuh.)
III. Menyampaikan Hajat dan Memohon Perlindungan
allāhumma innī unzilu bika ḥājatī.
(Ya Allah, aku sampaikan semua hajatku kepada-Mu.)
wa in qaṣuro ra’yī wa ḍa‘ufa ‘amalī.
(Meskipun sangat terbatas pengetahuanku dan sangat sedikit amal perbuatanku.)
iftaqartu ilā raḥmatika.
(Aku sangat membutuhkan rahmat-Mu.)
fa-as-aluka yā qāḍiyal umūri.
(Maka aku memohon kepada-Mu wahai Dzat Yang Memutuskan semua perkara.)
wa yā syāfiyash ṣudūri.
(Wahai Dzat yang mengobati hatiku.)
kamā tujīru bainal buḥūri.
(Sebagaimana Engkau telah memisahkan di antara lautan.)
an tujīronī min ‘ażābis sa-‘īri.
(Maka pisahkan aku dari azab neraka yang menyala-nyala.)
wa min da‘watits tsubūri.
(Serta seruan kebinasaan.)
wa min fitnatil qubūri.
(Dan dari fitnah kubur.)
IV. Memohon Kebaikan yang Tak Terpikirkan
allāhumma mā qaṣura ‘anhu ra’yī.
(Ya Allah, kebaikan apapun yang tidak terjangkau akalku.)
wa lam tablugg-hu niyyatī.
(Dan tidak terbesit dalam niatku.)
wa lam tablugg-hu mas-alatī min khairin wa‘adtahu aḥadan min khalqika.
(Dan tidak terucap dalam doaku, yang telah Engkau janjikan kepada seseorang dari mahluk-Mu.)
au khairin anta mu‘thīhi aḥadan min ‘ibādika.
(Atau akan Engkau berikan kepada seseorang dari hamba-Mu.)
fa-innī arghabu ilaika fīhi.
(Maka aku berharap kepada-Mu akan kebaikan tersebut.)
wa as-alukahu biraḥmatika rabbal ‘ālamīn.
(Dan aku memohonnya kepada-Mu dengan segenap rahmat-Mu wahai Robb seluruh alam.)
V. Memohon Keselamatan dan Surga
allāhumma żal ḥablisy syadīdi.
(Ya Allah, Yang Mempunyai tali (janji) yang kuat.)
wal amrir rasyīdi.
(Dan perintah yang lurus.)
as-alukal amna yaumal wa‘īdi.
(Aku memohon kepada-Mu rasa aman pada hari yang diancamkan.)
wal jannata yaumal khulūdi.
(Serta surga pada hari-hari yang kekal abadi.)
ma‘al muqarrabīnasy syuhūdi ar rukka‘is sujūdi.
(Bersama-sama orang-orang yang dekat dan orang-orang yang mati syahid karena membela agama-Mu, yang banyak melakukan ruku dan sujud.)
almuufīna bil ‘uhūdi.
(Yang senantiasa memenuhi janji.)
innaka raḥīmun wadūdun.
(Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang.)
wa innaka anta taf‘alu mā turīdu.
(Dan sesungguhnya Engkau melakukan apa saja yang Engkau kehendaki.)
VI. Memohon Hidayah dan Wala' Wal Baro'
allāhummaj ‘alnā hādīna muhtadīna.
(Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang memberi petunjuk dan mendapatkan hidayah.)
ghaira ḍāllīna wa lā muḍillīna.
(Bukan orang-orang yang sesat dan menyesatkan.)
silman li auliyā’ika.
(Berdamai dengan kekasih-kekasih-Mu.)
wa ‘aduwwan li a‘dā’ika.
(Dan memusuhi musuh-musuh-Mu.)
nuḥibbu biḥubbika man aḥabbaka.
(Mencintai orang yang mencintai-Mu dengan rasa cinta dari-Mu.)
wa nu‘ādī bi ‘adāwatika man khālafa-ka.
(Dan memusuhi orang yang menyelisihi-Mu dengan rasa permusuhan dari-Mu.)
VII. Penyerahan Diri
allāhumma hāżad du‘āu wa ‘alaikal ijābatu.
(Ya Allah, inilah doaku dan Engkaulah yang bisa mengabulkannya.)
wa hāżal juhdu wa ‘alaikat tuklānu.
(Dan inilah usahaku dan kepada-Mu lah aku berserah diri.)
VIII. Memohon Cahaya (An-Nuur)
allāhummaj ‘al lī nūran fī qalbī.
(Ya Allah, berikanlah cahaya di dalam hatiku.)
wa nūran fī qabrī.
(Dan cahaya dalam kuburku.)
wa nūran min baini yadayya.
(Dan cahaya di depanku.)
wa nūran min khalfī.
(Dan cahaya di belakangku.)
wanuuroon ‘an yamīnī.
(Dan cahaya di sebelah kananku.)
wa nūran ‘an syimālī.
(Dan cahaya di sebelah kiriku.)
wa nūran min fauqī.
(Dan cahaya di atasku.)
wa nūran min taḥtī.
(Dan cahaya di bawahku.)
wa nūran fī sam‘ī.
(Dan cahaya dalam pendengaranku.)
wanuuroon fī baṣorī.
(Dan cahaya dalam penglihatanku.)
wanuuroon fī sya‘rī.
(Dan cahaya di rambutku.)
wanuuroon fī basyarī.
(Dan cahaya di kulitku.)
wanuuroon fī laḥmī.
(Dan cahaya dalam dagingku.)
wanuuroon fī damī.
(Dan cahaya dalam darahku.)
wa nūran fī ‘iẓāmī.
(Dan cahaya dalam tulangku.)
allāhumma a‘ẓim lī nūran.
(Ya Allah, besarkanlah cahayaku.)
wa a‘thinī nūran.
(Dan berikanlah aku cahaya.)
waj‘al lī nūran.
(Dan jadikan cahaya untukku.)
IX. Puji-pujian (Tasbih)
subḥānallażī ta‘athṭhafal ‘izza wa qāla bihi.
(Maha Suci Dzat yang memberikan kemuliaan dan berfirman dengan kemuliaan.)
subḥānallażī labisal majda wa takarrama bihi.
(Maha Suci Dzat yang memiliki keagungan, dan bermurah hati dengan keagungan-Nya.)
subḥānallażī lā yanbaghit tasbīḥu illā lahu.
(Maha Suci Dzat yang tidak ada yang pantas untuk dipuji kecuali kepadaNya.)
subḥāna żil faḍli wan ni‘ami.
(Maha Suci Dzat Yang memiliki segala keutamaan dan kenikmatan.)
subḥāna żil majdi wal karami.
(Maha Suci Dzat yang memiliki segala keagungan dan kemuliaan.)
subḥāna żil jalāli wal ikrāmi.
(Maha Suci Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.)
Comments
Post a Comment