KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR'AN

5 Hadits Tentang Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Pahala, Kedudukan, dan Syafaat bagi Pembaca Al-Qur'an

HADITS 1: Setiap Huruf Adalah Kebaikan
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

"Man qara’a ḥarfan min kitābillāhi fa lahū bihī ḥasanatun, wal-ḥasanatu bi ‘asyri amṡālihā, lā aqūlu Alif Lām Mīm ḥarf, wa lākin alifun ḥarf, wa lāmun ḥarf, wa mīmun ḥarf."

"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali. Aku tidak mengatakan 'Alif Laam Miim' itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf."

(HR. Tirmidzi No. 2910, dinilai sahih oleh Al-Albani)

HADITS 2: Pemberi Syafaat di Hari Kiamat
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

"Iqra’ul-Qur’āna fa innahū ya’tī yaumal-qiyāmati syafī‘an li-aṣḥābih."

"Bacalah Al-Qur'an. Karena sesungguhnya ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya (yang mengamalkannya)."

(HR. Muslim No. 804, dari Abu Umamah Al-Bahili r.a.)

HADITS 3: Golongan Terbaik
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

"Khairukum man ta‘allamal-Qur’āna wa ‘allamah."

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."

(HR. Bukhari No. 5027, dari Utsman bin Affan r.a.)

HADITS 4: Ahli Al-Qur'an dan Malaikat
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

"Al-māhiru bil-Qur’āni ma‘as-safaratil-kirāmil-bararah. Wallażī yaqra’ul-Qur’āna wa yatata‘ta‘u fīhi wa huwa ‘alaihi syāqqun lahū ajrān."

"Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, ia mendapat dua pahala."

(HR. Muslim No. 798, dari Aisyah r.a.)

HADITS 5: Perumpamaan Pembaca Al-Qur'an
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالتَّمْرَةِ، لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ

"Maṡalul-mu'minil-lażī yaqra’ul-Qur’āna kal-utrujjah, rīḥuhā ṭayyibun wa ṭa‘muhā ṭayyib. Wa maṡalul-mu'minil-lażī lā yaqra’ul-Qur’āna kat-tamrah, lā rīḥa lahā wa ṭa‘muhā ḥulw."

"Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur'an adalah seperti buah utrujah (limau), aromanya wangi dan rasanya enak. Adapun perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti buah kurma, tidak beraroma tapi rasanya manis."

(HR. Bukhari No. 5059 dan Muslim No. 797, dari Abu Musa Al-Asy'ari r.a.)

Kembali ke Atas Halaman

Comments

Popular posts from this blog

BUKU DIGITAL PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS & ARAB