KEUTAMAAN UMROH

5 Hadits Tentang Keutamaan Umrah

Umrah sebagai Penghapus Dosa dan Pengangkat Derajat

HADITS 1: Menghapus Dosa
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

"Al-‘umratu ilal-‘umrati kaffāratul limā bainahumā, wal-ḥajjul-mabrūru laisa lahū jazā’un illal-jannah."

"Satu umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga."

(HR. Bukhari No. 1773 dan Muslim No. 1349, dari Abu Hurairah r.a.)

HADITS 2: Umrah di Bulan Ramadhan
فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً

"Fa inna ‘umratan fī Ramaḍāna taqḍī ḥajjah."

"Sesungguhnya umrah pada bulan Ramadhan itu setara dengan haji (dalam hal pahala)."

(HR. Bukhari No. 1782 dan Muslim No. 1256, dari Ummu Sinan binti Muhsin r.a.)

HADITS 3: Tamu Pilihan Allah
الْغَازِي فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَالْحَاجُّ، وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ، دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ، وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ

"Al-ghāzī fī sabīlillāh, wal-ḥājj, wal-mu‘tamir wafdullāh, da‘āhum fa ajābūhū, wa sa’alūhu fa a‘ṭāhum."

"Orang yang berperang di jalan Allah (berjihad), orang yang berhaji, dan orang yang berumrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, lalu mereka memenuhi panggilan-Nya, dan mereka memohon kepada-Nya, lalu Dia mengabulkannya."

(HR. Ibnu Majah No. 2893, dihasankan oleh Al-Albani)

HADITS 4: Jihad Khusus Bagi Wanita
جِهَادُكُنَّ الْحَجُّ

"Jihādukunnal ḥajju."

"Jihad (yang diwajibkan) bagi kalian (kaum wanita) adalah haji (dan umrah)."
*Hadits ini diucapkan Rasulullah kepada Aisyah r.a. yang bertanya apakah wanita wajib berjihad, kemudian Rasulullah menjawab dengan haji/umrah sebagai jihad tanpa pertumpahan darah.

(HR. Bukhari No. 1861, dari Aisyah r.a.)

HADITS 5: Menghilangkan Kefakiran dan Dosa
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ

"Tābi‘ū bainal-ḥajji wal-‘umrati, fa innahumā yanfiyānil-faqrā waż-żunūba kamā yanfīl-kīru khabaṡal-ḥadīdi waż-żahabi wal-fiḍḍah."

"Ikutilah antara haji dan umrah (lakukan keduanya secara beriringan), karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran besi, emas, dan perak."

(HR. Tirmidzi No. 810, dinilai hasan sahih oleh Tirmidzi)

Kembali ke Atas Halaman

Comments

Popular posts from this blog

BUKU DIGITAL PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS & ARAB