MALFUZAT MAULANA YUSUF
20 Malfūẓāt Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi
Inna ad-da‘wata hiya al-ghidhā’ ar-rūḥī li al-ḥayāh, wa maqṣidu ad-da‘wati huwa al-khurūju fī sabīlillāh.
"Sesungguhnya dakwah adalah makanan rohani bagi kehidupan, dan tujuan dakwah adalah keluar di jalan Allah."
Lā yumkinu iṣlāḥu al-‘ālami illā bi al-jahdi an-nabawī, wa hādhā al-jahdu huwa ad-da‘watu wa at-tablīgh.
"Dunia ini tidak mungkin diperbaiki melainkan dengan usaha kenabian, dan usaha ini adalah dakwah dan tabligh."
Man ‘amila bi ad-dīni kullihī, a‘ṭāhu Allāhu naṣran min ḥaiṡu lā yaḥtasib.
"Barangsiapa yang beramal dengan agama secara keseluruhan, Allah akan memberinya pertolongan dari arah yang tidak dia duga."
Aṣ-ṣalātu hiya miqyāsu al-‘alāqah ma‘a Allāh, fa man aqāmahā ‘alā ḥaqīqatihā, fa qad aqāma ad-dīn.
"Shalat adalah tolok ukur hubungan dengan Allah, maka barangsiapa mendirikannya dengan hakikatnya, sungguh dia telah mendirikan agama."
At-taḍḥiyatu bi al-waqti wa al-māli wa an-nafsi fī sabīlillāh hiya asāsu ḥayāti aṣ-ṣaḥābah.
"Pengorbanan waktu, harta, dan diri di jalan Allah adalah asas kehidupan para Sahabat."
Uṭlubū al-yaqīna fī buyūti Allāh, wa fī majālisi aḍ-ḍikri wa at-ta‘allum.
"Carilah keyakinan (Yaqin) di rumah-rumah Allah (masjid), dan di majelis-majelis zikir dan belajar (ta’lim)."
Laisat ad-da‘watu mujarradu kalām, bal hiya iẓhāru ad-dīni bi al-‘amali wa at-taḍḥiyah.
"Dakwah bukanlah sekadar perkataan, tetapi ia adalah menampakkan agama dengan amal dan pengorbanan."
Lā budda min al-ikhlaṣi fī kulli ‘amal, fa an-niyyatu aṣ-ṣādiqatu hiya rūḥu al-‘ibādah.
"Wajib adanya keikhlasan dalam setiap amal, karena niat yang jujur adalah ruh ibadah."
Man kharaja fī sabīlillāh ḥāmilān hamma al-ummah, rafa‘a Allāhu qadrahu wa aṣlaḥa ḥālah.
"Barangsiapa yang keluar di jalan Allah sambil memikul kepedulian (musibah) umat, niscaya Allah mengangkat derajatnya dan memperbaiki keadaannya."
Al-ghaflatu ‘an al-ākhirah wa at-ta‘alluq bi ad-dunyā huwa aṣlu kulli syarrin wa balā’.
"Kelalaian terhadap akhirat dan keterikatan pada dunia adalah akar dari setiap kejahatan dan musibah."
Lā taḥṣulu al-hidāyatu al-kāmilah illā bi al-ijtimā‘i ‘alā manhaji an-nubūwah wa al-‘amal bih.
"Petunjuk (hidayah) yang sempurna tidak akan didapatkan kecuali dengan berkumpul di atas manhaj kenabian dan beramal dengannya."
Naḥnu laysnā nad‘ū an-nāsa ilā anfusinā, bal nad‘ūhum ilā Allāh wa ilā ṭā‘ati Rasūlih.
"Kami tidak mengajak manusia kepada diri kami, tetapi kami mengajak mereka kepada Allah dan kepada ketaatan Rasul-Nya."
At-ta‘allumu wa at-ta‘līmu juz’un lā yatajazza’u min jahdi ad-da‘wah, fa humā asāsun li taqwiyati al-īmān.
"Belajar dan mengajar (ta’lim) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari usaha dakwah, karena keduanya adalah asas untuk menguatkan iman."
Laisat quwwatu al-muslimīna fī ‘adadihim, bal fī īmānihim wa ‘amalihim.
"Kekuatan umat Islam bukanlah pada jumlah mereka, tetapi pada iman dan amal mereka."
Ibda’ bi iṣlāḥi nafsika qabla an tuṣliḥa al-ākharīn, fa ṣalāḥu al-ummah yabda’u min al-fard.
"Mulailah dengan memperbaiki dirimu sebelum kamu memperbaiki orang lain, karena perbaikan umat bermula dari individu."
Mā ijtama‘a al-muslimūna ‘alā amrin fīhi al-khayr illā kāna an-naṣru ḥalīfahum.
"Tidaklah kaum Muslimin berkumpul atas suatu perkara yang di dalamnya terdapat kebaikan, melainkan pertolongan (Allah) akan menjadi sekutu mereka."
Man taraka jahda ad-da‘wah, fa qad ḥurima min barakāti al-hidāyah wa at-ta’ṡīr.
"Barangsiapa yang meninggalkan usaha dakwah, maka sungguh ia telah terhalang dari keberkahan hidayah dan pengaruh (baik)."
Al-mālu al-ḥalālu huwa alladhī yunfaqu fī sabīlillāh wa yusakharu li ṭā‘ati Allāh.
"Harta yang halal adalah harta yang diinfakkan di jalan Allah dan ditundukkan untuk ketaatan kepada Allah."
Al-jahlu bi ad-dīn laysa ‘użran, bal huwa dā’un yajibu an yu‘ālaju bi at-ta‘allum wa at-tazkiyah.
"Kebodohan terhadap agama bukanlah alasan (pembenaran), tetapi ia adalah penyakit yang wajib diobati dengan belajar (ta’lim) dan penyucian diri (tazkiyah)."
Aṣlu najāḥi ad-da‘wah huwa aṡ-ṡabātu ‘alā al-a‘māli aṣ-ṣāliḥah, ḥattā fī aṣ‘abi aẓ-ẓurūf.
"Pangkal keberhasilan dakwah adalah keteguhan (istiqamah) pada amal-amal saleh, bahkan dalam kondisi yang paling sulit sekalipun."
Comments
Post a Comment