NASEHAT ABDULLAH BIN ABBAS

📚 10 Nasihat (Hikmah) Abdullah bin Abbas

1. Mengenai Ilmu dan Amal

(1) ذَلَّلْتُ طَالِبَاً فَنِلْتُ مَطْلُوبَاً

żallaltu ṭāliban fa niltu maṭlūban.

"Aku merendahkan diri sebagai penuntut ilmu (murid), maka aku mendapatkan apa yang aku cari."

(2) مَنْ أَحَبَّ أَنْ لَا يَنْقَطِعَ عَمَلُهُ فَلْيَجْمَعْ بَيْنَ الْعِلْمِ وَالْعَمَلِ

man aḥabba an lā yanqaṭi‘a ‘amaluhū fal-yajma‘ bainal ‘ilmi wal ‘amali.

"Barangsiapa yang ingin amalnya tidak terputus, maka hendaklah ia menggabungkan antara ilmu dan amal."

(3) اِتَّبِعُوا وَلَا تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيْتُمْ

ittabi‘ū wa lā tabtadi‘ū fa qad kufītum.

"Ikutilah (Sunnah), dan janganlah kalian membuat bid'ah, karena kalian telah dicukupi (dengan ajaran Nabi)."

2. Mengenai Pengawasan Diri dan Lisan

(4) إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَذْكُرَ عُيُوْبَ صَاحِبِكَ فَاذْكُرْ عُيُوْبَ نَفْسِكَ

iżā aradta an tażkura ‘uyūba ṣāḥibika fażkur ‘uyūba nafsika.

"Apabila engkau ingin menyebutkan aib temanmu, maka ingatlah aib dirimu sendiri."

(5) مَنْ تَرَكَ الْمُجَادَلَةَ وَهُوَ مُحِقٌّ ضَمِنَ اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي رُبْضِ الْجَنَّةِ

man taraka al-mujādalata wa huwa muḥiqqun ḍamina Allāhu lahū baitan fī rubḍil jannati.

"Barangsiapa meninggalkan perdebatan padahal dia berada di pihak yang benar, Allah menjamin baginya sebuah rumah di pinggiran surga."

(6) جَلِيْسُ الذِّكْرِ خَيْرٌ مِنْ جَلِيْسِ الْغَفْلَةِ

jalīsuż żikri khairun min jalīsi al-ghaflati.

"Teman duduk (majlis) zikir itu lebih baik daripada teman duduk (majlis) kelalaian."

3. Mengenai Waktu dan Prioritas

(7) نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: اَلصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

ni‘matāni maghbūn fīhimā kaṡīrun minan nāsi: aṣ-ṣiḥḥatu wal farāghu.

"Dua nikmat yang banyak dilupakan manusia: kesehatan dan waktu luang."

(8) إِنَّمَا جَعَلْتُ الصَّلَاةَ مَعْرَجَةً لِأَهْلِ الْإِيْمَانِ

innamā ja‘altu aṣ-ṣalāta ma‘rajatan li ahli al-īmāni.

"Sesungguhnya aku menjadikan shalat sebagai tangga (kendaraan spiritual) bagi orang-orang yang beriman."

(9) إِنَّمَا الْعِبْرَةُ بِخَوَاتِيْمِ الْأَعْمَالِ

innamā al-‘ibratu bi khawātīmil a‘māli.

"Sesungguhnya yang menjadi pelajaran adalah pada akhir amalan."

(10) وَأَحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ

wa aḥbib mā syi’ta fa innaka mufāriquhū.

"Dan cintailah apa yang engkau suka, karena sesungguhnya engkau pasti akan meninggalkannya."

Kembali ke Atas Kumpulan Nasihat

Comments

Popular posts from this blog

BUKU DIGITAL PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS & ARAB