NASEHAT ABU DARDA

🌿 10 Nasihat (Hikmah) Abu Darda'

1. Mengenai Ilmu dan Amal

(1) إِنِّيْ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عِلْمًا لَا يُنْفَعُ

innī akhāfu ‘alaikum ‘ilman lā yunfa‘u.

"Sesungguhnya aku takut terhadap kalian ilmu yang tidak bermanfaat."

(2) أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ زَلَّةُ عَالِمٍ، وَجِدَالُ مُنَافِقٍ بِالْقُرْآنِ، وَدُنْيَا تَقْطَعُ أَعْنَاقَكُمْ

akhwafu mā akhāfu ‘alaikum zallatu ‘ālimin, wa jidālu munāfiqin bil Qur’āni, wa dunyā taqṭa‘u a‘nāqakum.

"Yang paling aku takuti atas kalian adalah terpelesetnya seorang alim (ulama), bantahan (debat) orang munafik dengan menggunakan Al-Qur'an, dan dunia yang memutus leher kalian (karena terlalu mencintainya)."

2. Mengenai Zuhud dan Dunia

(3) الدُّنْيَا دَارُ مَنْ لَا دَارَ لَهُ، وَمَالُ مَنْ لَا مَالَ لَهُ، وَلَهَا يَجْمَعُ مَنْ لَا عَقْلَ لَهُ

ad-dunyā dāru man lā dāra lahū, wa mālu man lā māla lahū, wa lahā yajma‘u man lā ‘aqla lahū.

"Dunia adalah tempat tinggal bagi orang yang tidak punya tempat tinggal (akhirat), harta bagi orang yang tidak punya harta (pahala), dan untuknya orang yang tidak berakal akan mengumpulkan harta."

(4) أَكْرَهُ ثَلَاثًا: الْإِفْرَاطُ فِي الْجِمَاعِ، وَالْإِكْثَارُ مِنَ الضَّحِكِ، وَالْمُزَاحُ الْكَثِيرُ

akrahū ṡalāṡan: al-ifrāṭu fī al-jimā‘i, wal ikṡāru mina aḍ-ḍaḥiki, wal muzāḥu al-kaṡīru.

"Aku membenci tiga hal: berlebihan dalam hubungan suami istri (bercanda berlebihan), banyak tertawa, dan banyak bergurau."

3. Mengenai Kematian dan Persiapan

(5) كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا

kafā bil mauti wā‘iẓan.

"Cukuplah kematian sebagai nasihat."

(6) أَصْلِحْ سَرِيْرَتَكَ يُصْلِحِ اللَّهُ عَلَانِيَتَكَ

aṣliḥ sarīrataka yuṣliḥi Allāhu ‘alāniyataka.

"Perbaikilah rahasiamu (amalan hati/batinmu), niscaya Allah akan memperbaiki yang nampak darimu (amalan lahiriahmu)."

4. Mengenai Hikmah dan Kehati-hatian

(7) الْمُؤْمِنُ يَجْمَعُ وَيُحْسِنُ، وَالْمُنَافِقُ يَجْمَعُ وَيُسِيْءُ

al-mu’minu yajma‘u wa yuḥsinu, wal munāfiqu yajma‘u wa yusī’u.

"Orang mukmin itu mengumpulkan (harta untuk bersedekah) dan berbuat baik, sedangkan orang munafik itu mengumpulkan (harta) dan berbuat buruk."

(8) ثَلَاثٌ لَا يَسْتَغْنِيْ عَنْهَا الْإِنْسَانُ: عَالِمٌ نَاطِقٌ، وَقُرْآنٌ صَادِقٌ، وَطَبِيْبٌ حَاذِقٌ

ṡalāṡun lā yastaghnī ‘anhā al-insānu: ‘ālimun nāṭiqun, wa Qur’ānun ṣādiqun, wa ṭabībun ḥāżiqun.

"Tiga perkara yang tidak dapat dipisahkan (dibutuhkan) oleh manusia: ulama yang bijaksana, Al-Qur'an yang benar, dan dokter yang mahir."

(9) لَوْلَا أَنِّي أَخَافُ عَلَى أَوْلَادِي لَأُحْبِبْتُ الْمَوْتَ

lau lā annī akhāfu ‘alā aulādī la’aḥbabtu al-mauta.

"Seandainya aku tidak mengkhawatirkan anak-anakku, sungguh aku akan mencintai kematian (sebagai jalan bertemu Allah)."

(10) إِنَّ سَعَادَةَ الْمَرْءِ فِيْ أَنْ يَمْلِكَ نَفْسَهُ وَيَزْهَدَ فِيْ مَا عِنْدَ النَّاسِ

inna sa‘ādata al-mar’i fī an yamlikā nafsahū wa yazhada fī mā ‘inda an-nāsi.

"Sesungguhnya kebahagiaan seseorang terletak pada kemampuannya menguasai dirinya (menahan hawa nafsu) dan bersikap zuhud (tidak tamak) terhadap apa yang dimiliki orang lain."

Kembali ke Atas Kumpulan Nasihat

Comments

Popular posts from this blog

BUKU DIGITAL PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS & ARAB