NASEHAT MAULANA ILYAS
📢 20 Malfuzat Maulana Muhammad Ilyas
1. Mengenai Tujuan Dakwah dan Iman
innama al-gharaḍu min ad-da‘wati an naj‘ala Allāha maqṣūdanā al-a‘ẓam.
"Maksud dari dakwah adalah agar kita menjadikan Allah sebagai maksud utama kita."
al-īmānu laisa mujarrada at-taṣdīqi al-qalbiyyi, bal huwa taghyīrun kāmilun fī al-ḥayāti.
"Iman bukanlah sekadar keyakinan di hati, tapi perubahan total dalam hidup."
ad-da‘watu laisat wājibatan ‘alā al-‘ulamā’i faqaṭ, bal hiya farḍun ‘alā kulli muslimin.
"Berdakwah bukan hanya tugas ulama, tapi kewajiban setiap Muslim."
al-hidāyatu min Allāhi waḥdahū, wa waẓīfatunā hiya at-tablīghu faqaṭ.
"Hidayah datang hanya dari Allah, tugas kita hanya menyampaikan (tabligh)."
waḥdatunā taqūmu ‘alā kalimati "lā ilāha illā Allāhu".
"Persatuan kita ada di atas kalimat 'La Ilaha Illallah'."
2. Mengenai Amal dan Keikhlasan
ḥarakatunā hiya ḥarakatu iṣlāḥi al-a‘māli lā mujarradu ḥarakati al-‘ilmi.
"Gerakan kami adalah gerakan memperbaiki amalan, bukan sekadar ilmu."
miftāḥu an-najāḥi huwa al-ikhlāṣu wa lau kānat a‘mālunā qalīlatan.
"Kunci keberhasilan adalah ikhlas, walau amalan kita sedikit."
al-‘amalu al-qalīlu ad-dā’imu khairun min al-kaṡīri al-munqaṭi‘i.
"Amalan yang sedikit tapi istiqamah (konsisten), lebih baik dari banyak tapi terputus."
at-tawakkulu ‘alā Allāhi huwa asāsu kulli ‘amalin.
"Tawakkal (berserah diri) adalah pondasi dari semua amal."
al-musyāwaratu hiya rūḥu jamī‘i a‘māli al-khairi.
"Musyawarah (syura) adalah ruh dari semua pekerjaan kebaikan."
3. Mengenai Jihad dan Perbaikan Diri
al-jihādu al-akbaru huwa jihādu hawānā wa nufūsinā.
"Perjuangan (Jihad) terbesar adalah melawan hawa nafsu kita sendiri."
ibda’ bi iṣlāḥi nafsika wa ahlika qabla da‘wati ghairika.
"Mulailah perbaikan dari diri sendiri dan keluarga sebelum menyeru orang lain."
al-masjidu maidānu at-tadrībi, wa ad-dunyā maidānu al-mujāhadati.
"Masjid adalah tempat latihan, dan dunia adalah medan pertempuran (perjuangan)."
waqtul farāghi huwa a‘ẓamu ra’si al-māli, fa lā tuḍayyi‘ūhū.
"Waktu luang adalah modal paling berharga, jangan sia-siakan."
aḥibbū Allāha fauqa kulli syai’in, wa sataṣīru kullu ṣu‘ūbatin sahlatan.
"Cintailah Allah melebihi segalanya, dan semua kesulitan akan menjadi mudah."
4. Mengenai Zuhud dan Hikmah
yajibu ‘alainā isti‘mālu ad-dunyā, wa lā nakūnu ‘abīdan lahā.
"Kita harus menggunakan dunia, bukan diperbudak olehnya."
at-tarbiyatu al-ḥaqīqiyyatu hiya allatī tuṡmiru a‘mālan wāqi‘iyyatan.
"Pendidikan sejati adalah yang menghasilkan amalan nyata."
al-‘aisyu al-basīṭu huwa miftāḥu sakīnati al-qalbi.
"Kehidupan yang sederhana adalah kunci ketenangan hati."
at-tafakkuru fī āyatin wāḥidatin khairun min qiyāmi lailin bi ghairi ḥuḍūri qalbin.
"Merenungkan satu ayat Al-Qur'an lebih baik daripada shalat malam (sunnah) tanpa kehadiran hati."
khāfū min ‘aẕābi Allāhi, wa lā tai’asū abadan min raḥmatihī.
"Takutlah pada azab Allah, tapi jangan pernah putus asa dari rahmat-Nya."
Comments
Post a Comment