NASEHAT UMAR BIN KHATAB
🛡️ 10 Nasihat (Hikmah) Umar bin Khattab
1. Mengenai Evaluasi Diri dan Kebaikan
ḥāsibū anfusakum qabla an tuḥāsabū.
"Hitunglah (evaluasi) diri kalian sebelum kalian dihitung (di Hari Kiamat)."
lā khaira fī qaumin laisū bi nāṣiḥīna wa lā khaira fī qaumin lā yuḥibbūnan naṣīḥata.
"Tidak ada kebaikan pada suatu kaum yang tidak mau memberi nasihat, dan tidak ada kebaikan pada suatu kaum yang tidak menyukai nasihat."
2. Mengenai Akhlak dan Kejujuran
lā tanẓurū ilā ṣiyāmi aḥadin wa lā ṣalātihī, wa lākininẓurū ilā ṣidqi ḥadīṡihī iżā ḥaddaṡa, wa adā’i amānatihī iżā u’tumina, wa wara‘ihī iżā alqā.
"Janganlah kalian melihat puasa dan shalat seseorang, tetapi lihatlah kejujuran ucapannya ketika berbicara, penunaian amanahnya ketika diberi kepercayaan, dan sikap wara' (kehati-hatian)nya ketika menghadapi hal yang samar."
lā yakun naṣībuka minal ma‘rūfi al-ḥamda, bal an tarā anfusun nāsi qad sa‘at.
"Janganlah bagianmu dari perbuatan baik itu adalah pujian, tetapi (berharaplah) engkau melihat manusia telah berjuang (untuk kebaikan)."
3. Mengenai Keseimbangan Hidup dan Hati
‘alaikum bi żikri Allāhi fa innahū syifā'un, wa iyyākum wa żikran nāsī fa innahū dā’un.
"Hendaklah kalian berzikir kepada Allah karena sesungguhnya itu adalah obat, dan jauhilah menyebut-nyebut (mencela) manusia karena sesungguhnya itu adalah penyakit."
i’tazil mā yu'żīka.
"Jauhilah (atau tinggalkanlah) apa yang menyakitimu."
tawāḍa‘ū li man dūnakum yaḥbubkum man fauqakum.
"Bersikap rendah hatilah kalian terhadap orang yang berada di bawah kalian, niscaya orang yang berada di atas kalian akan menyayangi kalian."
4. Mengenai Takdir dan Tanggung Jawab
inna lil umūri ākhiratan, wa lā budda an yantahiya ilā mā kāna maqḍiyyān.
"Sesungguhnya segala urusan itu memiliki akhir, dan pasti akan berakhir pada apa yang telah ditetapkan (takdir)."
aḥbabtu an alqā Allāha wa laisa ma‘ī syai’un min amwālihim.
"Aku suka menemui Allah tanpa membawa sedikit pun dari harta mereka (harta publik kaum Muslimin)."
kulla yaumin huwa fī sya’nin; fa min sya’nihī an yughniya faqīran, wa yufqira ghaniyyan, wa yuḍḥika qauman, wa yubkīya ākharīna.
"Setiap hari Allah berada dalam urusan (pekerjaan-Nya); di antara urusan-Nya adalah menjadikan orang miskin kaya, menjadikan orang kaya miskin, membuat suatu kaum tertawa, dan membuat kaum yang lain menangis."
Comments
Post a Comment