NASEHAT UTSMAN BIN AFFAN

💰 10 Nasihat (Hikmah) Utsman bin Affan

1. Mengenai Dunia dan Hati

(1) إِنَّ اللَّهَ إِنَّمَا أَعْطَاكُمُ الدُّنْيَا لِتَطْلُبُوا بِهَا الْآخِرَةَ، وَلَمْ يُعْطِكُمُوهَا لِتَطْلُبُوا بِهَا الدُّنْيَا

inna Allāha innamā a‘ṭākumu ad-dunyā li taṭlubū bihā al-ākhirata, wa lam yu‘ṭikumūhā li taṭlubū bihā ad-dunyā.

"Sesungguhnya Allah memberikan kalian dunia agar kalian menggunakannya untuk mencari akhirat, dan Dia tidak memberikannya agar kalian menjadikannya tujuan."

(2) مَا أَسَرَّ أَحَدٌ سَرِيْرَةً إِلَّا ظَهَرَتْ عَلَى صَفَحَاتِ وَجْهِهِ وَفَلَتَاتِ لِسَانِهِ

mā asarra aḥadun sarīratan illā ẓaharat ‘alā ṣafaḥāti wajhihī wa falatāti lisānihī.

"Tidaklah seseorang menyembunyikan rahasia, melainkan akan terlihat pada raut wajahnya dan ucapan lisannya."

(3) الْعَاقِلُ مَنْ تَرَكَ الدُّنْيَا قَبْلَ أَنْ تَتْرُكَهُ، وَهَدَمَ قَبْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَهُ

al-‘āqilu man taraka ad-dunyā qabla an tatrukahū, wa hadama qabrahū qabla an yadkhulahū.

"Orang yang berakal adalah orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya, dan yang meramaikan kuburnya sebelum ia memasukinya."

2. Mengenai Amalan dan Keutamaan

(4) أَرْبَعٌ ظَاهِرُهَا فَضِيْلَةٌ وَبَاطِنُهَا فَرِيْضَةٌ: مُخَالَطَةُ الصَّالِحِيْنَ، وَالْإِصْغَاءُ إِلَى الْحِكْمَةِ، وَتَرْكُ مَا لَا يَعْنِيْكَ، وَالْاِعْتِبَارُ بِالْمَاضِي

arba‘un ẓāhiruhā faḍīlatun wa bāṭinuhā farīḍatun: mukhālaṭatu aṣ-ṣāliḥīna, wal iṣghā’u ilā al-ḥikmati, wa tarku mā lā ya‘nīka, wal i‘tibāru bil māḍī.

"Empat perkara yang secara lahiriah adalah keutamaan, namun hakikatnya adalah kewajiban: bergaul dengan orang saleh, mendengarkan hikmah, meninggalkan hal yang tidak bermanfaat, dan mengambil pelajaran dari masa lalu."

(5) أُحِبُّ مِنْ دُنْيَاكُمْ ثَلَاثًا: إِشْبَاعَ الْجَائِعِ، وَكِسْوَةَ الْعَارِي، وَتِلَاوَةَ الْقُرْآنِ

uḥibbu min dunyākum ṡalāṡan: isybā‘a al-jā’i‘i, wa kiswata al-‘ārī, wa tilāwata al-Qur’āni.

"Aku menyukai tiga perkara dari dunia kalian: memberi makan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membaca Al-Qur'an."

(6) ثَلَاثٌ أُحِبُّهَا: سَمَاعُ الْقُرْآنِ، وَالْإِطْعَامُ، وَالصَّلَاةُ فِي اللَّيْلِ

ṡalāṡun uḥibbuhā: samā‘u al-Qur’āni, wal iṭ‘āmu, waṣ-ṣalātu fī al-laili.

"Ada tiga perkara yang aku cintai: mendengarkan Al-Qur’an, memberi makan, dan shalat di malam hari."

3. Mengenai Hubungan Antar Manusia

(7) أَحْسِنْ إِلَى مَنْ شِئْتَ تَكُنْ أَمِيْرَهُ، وَاسْتَغْنِ عَمَّنْ شِئْتَ تَكُنْ نَظِيْرَهُ، وَاحْتَجْ إِلَى مَنْ شِئْتَ تَكُنْ أَسِيْرَهُ

aḥsin ilā man syi’ta takun amīruhū, wastaghni ‘amman syi’ta takun naẓīruhū, waḥtaj ilā man syi’ta takun asīruhū.

"Berbuat baiklah kepada siapa pun yang engkau suka, niscaya engkau akan menjadi pemimpinnya. Merasa cukup (tidak bergantung) dari siapa pun yang engkau suka, niscaya engkau menjadi setaranya. Dan butuhlah kepada siapa pun yang engkau suka, niscaya engkau menjadi tawanannya."

(8) لَا تَزَلْ صَالِحًا وَلَا تَزَلْ تَارِكًا لِلْقَبِيْحِ

lā tazal ṣāliḥan wa lā tazal tārikan lil qabīḥi.

"Janganlah engkau berhenti berbuat baik, dan janganlah engkau berhenti meninggalkan perkara yang buruk."

(9) لَوْ لَمْ أُحِبْكُمْ لَمْ أُبَالِ مَا بَلَغْتُمْ مِنَ الدُّنْيَا

lau lam uḥibbakum lam ubāli mā balaghtum min ad-dunyā.

"Seandainya aku tidak mencintai kalian (umat), aku tidak akan peduli seberapa banyak pun yang kalian capai dari dunia (karena kepeduliannya pada akhirat mereka)."

(10) كَفَاكَ بِالْحَيَاةِ أَنْ تَكُوْنَ مَدْرَجَةً إِلَى الْآخِرَةِ

kafāka bil ḥayāti an takūna madrajatan ilā al-ākhirati.

"Cukuplah bagimu kehidupan dunia ini sebagai jalan menuju akhirat."

Kembali ke Atas Kumpulan Nasihat

Comments

Popular posts from this blog

BUKU DIGITAL PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS & ARAB