YASIN AYAT 15-32

Lanjutan Surah Yasin (36): Ayat 15 s/d 32

(15) قَالُوا مَا أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَا أَنزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

Qālū mā antum illā basyarum miṡlunā wa mā anzalar-Raḥmānu min syai'in in antum illā takżibūn.

Mereka (penduduk negeri) menjawab, "Kamu ini hanyalah manusia biasa seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu hanyalah pendusta belaka."

(16) قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

Qālū rabbunā ya‘lamu innā ilaikum lamursalūn.

Mereka (para rasul) berkata, "Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan-Nya kepada kamu."

(17) وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Wa mā ‘alainā illal-balāgul-mubīn.

"Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas."

(18) قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Qālū innā taṭayyarnā bikum, la'il lam tantahū lanarjumannakum wa layamassannakum minnā ‘ażābun alīm.

Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib sial karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu, dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami."

(19) قَالُوا طَائِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

Qālū ṭā'irukum ma‘akum, a'in żukkirtum, bal antum qaumum musrifūn.

Mereka (para rasul) berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas."

(20) وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

Wa jā'a min aqṣal-madīnati rajuluy yas‘ā qāla yā qaumittabi‘ul-mursalīn.

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas. Dia berkata, "Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu."

(21) اتَّبِعُوا مَن لَّا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ

Ittabi‘ū mal lā yas'alukum ajraw wa hum muhtadūn.

"Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."

(22) وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Wa mā liya lā a‘budul-lażī faṭaranī wa ilaihi turja‘ūn.

"Dan mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan?"

(23) أَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِ آلِهَةً إِن يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنقِذُونِ

A'attakhiżu min dūnihī ālihatan iy yuridnir-Raḥmānu biḍurril lā tugnī ‘annī syafā‘atuhum syai'aw wa lā yunqiżūn.

"Mengapa aku akan mengambil tuhan-tuhan selain Dia, jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, tentu pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagiku dan mereka (tuhan-tuhan itu) tidak dapat menyelamatkanku?"

(24) إِنِّي إِذًا لَّفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Innī iżal lafī ḍalālim mubīn.

"Sesungguhnya jika demikian, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata."

(25) إِنِّي آمَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ

Innī āmantubirabbikum fasma‘ūn.

"Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuanku)."

(26) قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ

Qīladkhulil-jannah, qāla yā laita qaumī ya‘lamūn.

Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga." Dia (laki-laki itu) berkata, "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,"

(27) بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

Bimā gafaralī rabbī wa ja‘alanī minal-mukramīn.

"apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampunan kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan."

(28) وَمَا أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِن بَعْدِهِ مِن جُندٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

Wa mā anzalnā ‘alā qaumihī mim ba‘dihī min jundim minas-samā'i wa mā kunnā munzilīn.

Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan satu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami juga tidak perlu menurunkannya.

(29) إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ

In kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa iżā hum khāmidūn.

Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka mati.

(30) يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Yā ḥasratan ‘alal-‘ibād, mā ya’tīhim mir rasūlin illā kānū bihī yastahzi'ūn.

Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tidak ada seorang rasul pun yang datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

(31) أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

Alam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurūni annahum ilaihim lā yarji‘ūn.

Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwa orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada seorang pun yang kembali kepada mereka?

(32) وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

Wa in kullul lammā jamī‘ul ladainā muḥḍarūn.

Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan di hadapan Kami.

Kembali ke Atas Halaman

Comments

Popular posts from this blog

BUKU DIGITAL PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS & ARAB